Sabtu, 04 April 2009
Pemenang Pesona Pendidikan SMA SIM
pemenang:
1. SMA KARTIKA 2
2. SMA METHODIST 4
3 SMA PANCA BUDI
Juara Harapan SMA DHARMA WANGSA
Juara Favorit 8,5 Foundation
2. Lomba Pidato Bahasa Inggris Dan Bahasa Jepang antar Pelajar SMA
pemenang
-
-
-
-
-
3. lomba modern dance antar pelajar SMP dan SMA
pemenang
-
-
-
-
-
4. lomba karaoke Lagu Mandarin antar pelajar SMP dan SMA
pemenang
-
-
-
-
-
selamat kepada semua pemenang.
bagi yang kalah jangan putus asa.
mudah-mudahan pesona pendidikan akan di laksanakan lagi tahun depan
Rabu, 18 Februari 2009
Imlek Bersama YP SIM dan MATAKIN Meriah
Mengusung tema ”Di Empat Penjuru Samudera Semua Manusia Bersaudara” Ketua Panitia, Js Johan Tjongiran SH dalam laporannya mengatakan perhelatan Imlek Bersama ini merupakan salah satu program MATAKIN Sumut bekerjasama dengan YPSIM sebagai bukti kebersamaan dan kerukunan sesama umat beragama di Indonesia yang memiliki beragam suku dan kebudayaan.
Komda MATAKIN, Ws Ir Djohan Adjuan dalam sambutannya, mengatakan kebahagiannya, karena tahun ini beberapa waktu lalu MATAKIN telah menggelar Imlek Nasional yang dihadiri oleh Presiden SBY.
“Selain itu perayaan malam Cap Go Meh baru-baru ini yang dilaksanakan masyarakat Tionghoa di Jakarta juga dihadiri Presiden SBY. Jadi jelas sekali kita sebagai masyarakat Tionghoa sudah sepenuhnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pada masyarakat Indonesia dalam kerangka NKRI,” ucapnya.
Saat ini agama Khonghucu semakin disetarakan, hal ini bisa kita lihat di Taman Indonesia Indah (TMII) beberapa waktu juga diadakan peletakan batu pertama oleh Menteri Agama untuk pembangunan sebuah kelenteng (kong miao) yang didampingi Ketua Umum MATAKIN, ujarnya.
Sementara itu Dewan Pembina YP SIM, dr Sofyan Tan dalam sambutannya mengatakan, Imlek merupakan salah satu perayaan milik agama Khonghucu. Oleh sebab itu YP SIM berdiri bertujuan untuk mempersatukan itu dalam kebersamaan dan keberagaman.
“Keberagaman ini dalam arti boleh berbeda suku, agama, ras dan golongan, namun di YPSIM yang berdiri sejak tahun 1987 keberagaman ini telah dipersatukan tanpa adanya perbedaan,” tukasnya.
Acara yang dibawakan oleh MC Wong Chun Sen alias Tarigan itu kemudian dirangkai dengan vokal solo, tarian,fashion show, permainan musik angklung yang dibawakan siswa/i YP SIM. Sedangkan vokal group remaja Kisaran juga tak mau ketinggalan turut menyumbangkan suara emasnya dengan menyanyikan lagu rohani berjudul “Himne Kong Zi dan Mars Gemaku”.
Sementara itu, pagelaran akhir yang dinanti-nantikan pengunjung berupa atraksi Barongsai yang melompati jembatan tiang besi setinggi 3 meter dengan panjang sekitar 10 meter yang ditampilkan Group Barongsai Setia Buddha Binjai juga tak kalah menarik. Kelihaian remaja dan anak-anak ala Jet Li yang memainkan kepala dan ekor singa ini ternyata mampu menghipnotis dan mengundang decak kagum ribuan penonton pada malam itu.
Perayaan Natal YP SIM Medan
Betapa Indahnya Hidup Rukun
Medan, (Analisa)
Suasana penuh sukacita terpancar di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) Medan saat ratusan siswa, guru dan undangan larut dalam sebuah acara perayaan Natal bersama di halaman sekolah tersebut, Sabtu (13/12) kemarin.
Diawali dengan barisan prosesi pendeta, ketua dan pembina yayasan, kepala sekolah, mewakili undangan dan pengisi acara memasuki kawasan perayaan Natal. Nyanyian “Dari Pulau dan Benua” berkumandang yang dilanjutkan dengan laporan dari Ketua Panitia Perayaan Natal Sarmidin Sibuea, ST.
Dalam sambutannya, Sarmidin menegaskan bahwa perayaan Natal tahun ini sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dengan mengambil tema “Hidup Rukun itu Indah” (Mazmur 133 : 1) diharapkan akan membawa damai sejahtera bagi semua umat manusia, khususnya YP SIM Medan.
Saat acara ibadah, beberapa lagu pujian berkumandang. Responsoria dipimpin oleh Pdt. Dr. Langsung Sitorus, STh, dilanjutkan dengan lagu-lagu pujian dan liturgi oleh guru-guru YP SIM Medan serta Paduan Suara Unimed Pesparawi ‘Holy Ground”.
Setelah liturgi profesi oleh para siswa-siswi YP SIM, Paduan Suara Seminari Bethel Medan “Haleluya”, lagu Malam Kudus berkumandang dan dirangkai dengan penyalaan lilin oleh Ketua Panitia Natal Sarmidin Sibuea, mewakili Kepala Sekolah Edy Jitro Sihombing, mewakili undangan Parlindungan Purba, Konsul AS Sean B. Stein, Pdt. Yafet R. Marbun, S.PAK,MACM, mewakili orangtua siswa serta Dewan pembina Yayasan dr. Sofyan Tan.
Dalam renungan Natal yang disampaikan Pdt. Yafet R. Marbun ditegaskan bahwa untuk menciptakan kerukunan harus rela memiliki sikap saling memberi, jangan main hakim sendiri dan tumbuhkanlah kasih.
“Bila kasih mengalir seperti sungai di dalam kehidupan kita sehari-hari maka akan terciptalah kerukunan,” tandasnya.
Natal adalah kabar sukacita, kabar kesukaan dan kegembiraan. Itu sebabnya, lewat tema Natal “Hidup Rukun itu Indah” stop saling membeda-bedakan, stop demonstrasi yang merugikan banyak orang, stop kerusuhan dan mari hidup rukun.
“Kita semua selaku ciptaan Tuhan harus hidup rukun. Jangan lagi jadikan perbedaan untuk menyulut sebuah perpecahan,” tegasnya.
Model Keberagaman dan Kemandirian
Sementara itu, Dewan Pembina Yayasan YP SIM dr. Sofyan Tan dalam sambutannya menyampaikan bahwa sudah 21 tahun YP SIM berdiri, 14 ribu alumni dan saat ini ada 1.607 orang siswa dan sudah berkali-kali pula diadakan perayaan Natal, tapi baru kali ini perayaan Natal yang terbaik.
Sesuai dengan tema Natal tahun ini, lanjut Sofyan Tan hendaklah kita hidup rukun dan damai. Betapa indahnya hidup rukun, saling menghargai dan tidak ada lagi sikap saling membeda-bedakan.
Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia (Sekum PGI) Wilayah Sumut Dr. Langsung Sitorus juga mengingatkan bahwa kita tidak bisa hidup sendiri. Untuk tertawa saja kita harus punya teman. Kalau kita tertawa sendiri, pasti orang lain menganggap kita sinting.
“Sekolah ini adalah salah satu model sekolah yang menjunjung tinggi kemandirian serta keberagaman. Di sekolah ini ada Mesjid, Gereja dan Vihara yang dibangun berdampingan. Dan ini bisa jadi model sekolah yang akan berdiri di beberapa daerah. Kalau saja sekolah ini mau mengembangkan sayap, pastilah misi keberagaman bisa sampai ke masyarakat banyak,” papar Langsung Sitorus.
Di akhir acara, panitia menyuguhkan sebuah drama musical oleh mahasiswa Seminari Teologi Babtis Medan dengan judul ‘Mimpi Yusuf’ serta tari-tarain persembahan siswa-siswi YP SIM. Sebagai bukti keberagaman dan kerukunan, pengisi acara Natal malam itu berasal dari siswa-siswi dari berbagai latar belakang dan agama. Ada yang Kristen, Islam dan Budha. Pemberian bingkisan Natal kepada warga kurang mampu di lingkungan sekolah juga menjadi satu agenda perayaan Natal YP SIM Medan.